Rabu, 04 Agustus 2010

Rezim Prasejarah - SMA 2

Dunia yang paling indah adalah saat manusia tak tahu hari esok akan terjadi apa, anggap saja manusia purba, meskipun besok hujan meteor, tetap saja ketawa-ketiwi dan bertingkah gila karena saat itu tak ada televisi, anggap saja yang akan memberitakan akan ada hujan meteor dan ilmu kian sedikit sehingga tak ada pintar dan tak ada bodoh. Atau juga adakah segepok uang yang terlihat dimata. Mau makan? ambil golok cari apa saja yang bergerak. Angin termasuk? ya, termasuk makanya ada istilah makan angin. Disitu ilmu mulai berkembang. makin pinter makin sikat.



Seperti itulah kami waktu SMA. Meniru zaman purba atau prasejarah, hidup zaman seperti tak ada televisi, meskipun hingar bingar kekhawatiran disekitar, kita tak peduli, kalaupun tahu "ya meteornya kan besok, ngapain riweuhnya sekarang ? atau sembako naik? ya tinggal makan bubur aja sii, ribet deh lo. Inilah hidup, hanya untuk hari ini, tak pedulikan ironi. segelas kopi, sebatang rokok, duduk di kantin lalu setengah berbisik "indahnya dunia". Tak ada prinsip dan atau yang bermateri. Adapun mana tahu dia berita? tahu pun mana peduli dia dengan ironi. Dan cinta, weits, weits, weits, perpustakaan yang ada di Babylonia pun kalah cerita jika dijabarkan atau orang per satu di sekolah, Dunia ini Indah, indah, sangat indah, "indah, gue suka sama lo, lo mau jadi cewe gue gak?" kata temen gue si ichsan, 15 menit setelah jam pulang, Rame gila.
Baiknya kuceritakan selongsong awal kehidupan saat zaman ku mengenal prasejarah di SMA, saat dunia tak peduli lagi dengan cita-cita, esok mau jadi apa. Karena fikiran hari esok lah yang buat kita tak bahagia :ketakutan. seperti saat zaman kutulis ini, persis sama perasaan yang ku tulis.

Mungkin kau akan lebih tahu perasaanku jika seperti ini :


 Perlu dijabarkan ?
foto ini diambil seperti 2 jam setelah tauran, tapi kenyataannya diambil setelah 15 menit cabut dari sekolah, saat itu aku kelas 2, tapi ketua DPR saja aku tak tahu namanya. Yang pasti hari itu mesti nongkrong, puas puas dan puas, malam dan siang, saja dan sama, atau sama saja.
Hari ini adalah hari ini, hari Esok seperti hari ini.

Narcisme (narsisem)
Aku tak akan lebih banyak berkata-kata karena gambar akan ceritakan segalanya, kau akan lebih mengerti perasaannya jika kau melihat. dan beberapa jabar dibawahnya

Ceritanya 15 menit sebelum tauran, tapi padahal kita sama sekali kurang eksis di basis tempur karena emosi bisa diredam dengan makan, atau dengan alasan bonyok itu lebih menyakitkan 2 bulan daripada emosi 1 hari.



foto diambil di tengah, padahal di luar gambar di foto ada sekitar 3 angkatan yang baris, tapi narsis boleh berekspresi kan, biar kata alayers tapi zaman itu lagi ngetren cing. narsis abis deh, kalo yang ini ?



Aduh gan, bingung nih kata bantu apa yang mau di tulis, yah paling cuma bisa mendeskripsikan bahwa :
ini tuh ichsan temanku, tepat dibelakang rumah dia berfoto dengan memegang satu buah kaleng cat bekas dan satu jerigen minyak tanah, dengan ekspresi muka yang tak bisa dideskripsikan


imajinasi setelah nonton starwars..
coba kita zoom :



ya cocok,
ketika tiada tempat lagi berfoto


100 persen SMA dan kepergok kencing sembarangan

asiiiik

begitu banyak kata yang berderet tapi hanya sedikit cerita, sedikit gambar mungkin bisa membuatmu mengerti, bahwa senang itu perlu, jangan fikirkan hari esok, jika rancangan membuatmu gila.

_____________________________________________________________________________________

Oke Kawan Finnally Word i just said : Begitulah dunia, otak yang hanya segumpal disuruh berfikir seisi dunia. kadang yang kau anggap purba, lebih dari sangat bahagia jika kau hanya punya sedikit pengetahuan yang membuatmu senang. jangan menangis kawan, menangislah jika kau senang. dan bersenang-senanglah sepuasnya.. kita hidup untuk senang kan ?? biarkan hari esok berjalan semaunya !!!

1 komentar:

  1. hei hei hei .. apa itu aldooott ?? my best friend .. ahahahahahaha ...

    BalasHapus